Wali Kota Semarang Lepas 16 Duta Qur’an Semarang ke MTQ Nasional, Pesan: Tak Harus Juara, yang Penting Percaya Diri
Wali Kota Semarang Agustina melepas 16 Duta Qur’an ke MTQ Nasional 2026. Ia berpesan agar peserta percaya diri dan tak terbebani target juara.
SEMARANG — Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti memberikan pembekalan sekaligus uang saku kepada 16 peserta asal Kota Semarang yang akan membela Jawa Tengah dalam ajang MTQ XXXI Tingkat Nasional 2026.
Pembekalan tersebut berlangsung di Lobby Wali Kota Semarang, Jumat (4/9/2026), menjelang pelaksanaan MTQ Nasional yang dipusatkan di Kota Semarang pada 11-19 September 2026.
Menariknya, Agustina tidak membebani para peserta dengan target harus membawa pulang gelar juara. Ia justru meminta para duta Qur’an Kota Semarang bertanding dengan percaya diri dan menjadikan ajang nasional tersebut sebagai pengalaman spiritual serta proses pendewasaan mental.
“Apakah saya memberi target harus juara? Tidak. Sebagai seorang ibu dan guru, saya melihat hal paling utama dalam kompetisi adalah pengalaman batin,” tegas Agustina.
Menurut Agustina, kemampuan setiap peserta memiliki keunikan masing-masing. Karena itu, mereka diminta tidak minder ketika berhadapan dengan peserta dari daerah lain.
“Kita harus yakin dan percaya diri bahwa saya memiliki uniqueness, saya memiliki diferensiasi. Saya bisa tampil jauh lebih baik. Sikap mental itulah yang akan menguatkan kalian untuk bertanding dengan perasaan yang lebih bebas,” tuturnya.
16 Peserta Jadi Duta Semarang
Sebanyak 16 peserta asal Kota Semarang tersebut merupakan hasil seleksi ketat dari sekitar 1,7 juta penduduk Kota Semarang.
Komposisi peserta juga menunjukkan semangat inklusivitas. Dua di antaranya merupakan penyandang disabilitas tuna rungu wicara yang akan tampil dalam ajang tingkat nasional.
Dukungan terhadap para peserta tidak hanya diberikan pemerintah kota. Sejumlah lembaga turut terlibat, di antaranya PDAM, Bank Jateng, Baznas dan PTQ.
Dukungan tersebut diarahkan untuk memperkuat kesiapan sekaligus mental para peserta sebelum menghadapi kompetisi.
Salah satu peserta cabang Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ), Aulia Ais, mengatakan persiapannya telah dilakukan sejak Januari.
Alumni UIN Walisongo tersebut akan membawa karya ilmiah yang mengangkat tema pelestarian lingkungan dan kerukunan umat beragama.
“Saya menjalani seleksi dan latihan sejak Januari. Kuncinya yang pertama adalah konsisten. Yang kedua tidak sombong atau tidak jemawa,” ungkap Aulia.
Sementara itu, peserta cabang Tilawah, Umar Izul Haq, mengatakan persiapan juga dilakukan melalui karantina dan pendampingan pelatih.
Karantina telah dimulai sejak 20 Agustus. Selama masa tersebut, para peserta menjalani pemantapan bacaan secara intensif agar kualitas penampilan tetap terjaga hingga hari perlombaan.
“Untuk karantina mulai dari 20 Agustus kemarin. Jadi empat hari karantina terus dua harinya itu libur. Kemudian kami juga enggak boleh pulang agar bacaan kami tetap stabil hingga hari perlombaan tiba,” kata Umar.
MTQ Nasional Jadi Berkah bagi Semarang
Agustina mengatakan penunjukan Kota Semarang sebagai pusat penyelenggaraan MTQ XXXI Tingkat Nasional merupakan berkah sekaligus tanggung jawab besar bagi masyarakat.
Pemerintah Kota Semarang telah menyiapkan berbagai fasilitas pendukung, mulai dari kawasan Simpang Lima hingga sejumlah venue yang akan digunakan selama pelaksanaan MTQ Nasional.
“MTQ ke-31 tahun 2026 yang diselenggarakan di Kota Semarang ini merupakan berkah yang luar biasa bagi kita. Selain menjadi titik pusat penyelenggara, kita bertanggung jawab menjaga kenyamanan seluruh kafilah yang hadir,” ujar Agustina.
Menurutnya, kesiapan sebagai tuan rumah tidak hanya berkaitan dengan fasilitas fisik. Seluruh jajaran Pemkot Semarang juga dituntut memberikan pelayanan terbaik kepada ribuan tamu dari berbagai daerah.
Perhelatan MTQ Nasional juga diharapkan memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat. Pergerakan peserta dan pendamping diperkirakan turut menghidupkan sektor perhotelan, kuliner, UMKM oleh-oleh hingga transportasi.
Agustina mengajak masyarakat Semarang menyambut para tamu dengan keramahan sekaligus memperkenalkan berbagai destinasi kota, seperti Kota Lama, Pasar Johar, Kauman, Jalan Pemuda hingga Lawang Sewu.
Penyelenggaraan MTQ XXXI di Semarang juga membawa sejumlah inovasi. Salah satunya adalah cabang ekshibisi khusus bagi penyandang disabilitas tuna rungu wicara serta pembentukan Majelis Kode Etik Hakim.
Kehadiran inovasi tersebut diharapkan memperkuat MTQ Nasional sebagai ajang syiar Islam yang inklusif, ramah dan berkeadilan.
Bagi 16 peserta asal Kota Semarang, panggung MTQ Nasional akhirnya bukan sekadar persoalan mengejar medali. Pesan Agustina menempatkan keberanian tampil, pengalaman batin, konsistensi dan kepercayaan diri sebagai bekal utama untuk membawa nama daerah di tingkat nasional.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0

