Kunjungi Posyandu 6 SPM di Wonosobo, Nawal Yasin Dorong Penurunan Stunting

September 10, 2026 - 08:57
Kunjungi Posyandu 6 SPM di Wonosobo, Nawal Yasin Dorong Penurunan Stunting

WONOSOBO – Ketua Tim Pembina Posyandu Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, mengunjungi Posyandu Kenanga, Dusun Jenggeran, Desa Butuh Kidul kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo. Pos pelayanan terpadu tersebut dinilai sudah memenuhi 6 SPM (Standar Pelayanan Minimal), sehingga diharapkan bisa melayani kebutuhan masyarakat.

“Posyandu itu sekarang  tidak lagi hanya urusan timbang bayi, tetapi sekarang sudah melayani seluruh siklus kebutuhan masyarakat. Warga yang butuh bantuan bisa konsultasi ke Postandu terdekat,” kata Nawal, saat mengunjungi Posyandu Kenanga di komplek kantor Desa Buruh Kidul, kecepatan Kalikajar, Wonosobo, Selasa (8/9/2026).

Didampingi Wagub Jateng Taj Yasin, yang juga suaminya, Nawal menyampaikan, layanan Posyandu saat ini harus enam standar pelayanan minimal. Pertama, bidang kesehatan, meliputi timbang bayi dan cek kesehatan ibu hamil. Kedua, pendidikan, meliputi pendidikan anak usia dini atau sekolah. Ketiga, perumahan, meliputi bantuan untuk Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Kempat, pekerjaan umum, meliputi layanan akses sanitasi, air bersih, dan hunian. Kelima, trantibumlinmas, meliputi bencana, asusila, narkona dan lainya. Keenam, sosial, meliputi layanan disabilitas, jaminan kesehatan, dan ODGJ.

“Dengan makin luasnya layanan, Posyandu sekarang juga bisa kerja sama dengan dokter rumah sakit untuk kesehatan, bisa kerja sama dengan psikolog untuk konsultasi lansia, kadang lansia itu hanya pengin didengar ceritanya,” imbuh Nawal.

Saat ini, Posyandu juga bisa melayani keluhan sosial masyarakat, misalnya terkait desil yang tidak sesuai, soal bantuan pemerintah, dan lainya. Karena harus melayani pendidikan anak, di setiap ada Posyandu juga harus ada PAUD Emas, PAUD berbasis masyarakat.

Dalam kunjungan Posyandu tersebut, Nawal juga mewancarai satu persatu petugas enam SPM sesuai bidangnya masing-masing. Untuk memastikan enam SPM benar-benar berjalan, setiap meja ditanya dan dites. Misalnya, meja layanan sosial. Petugas diminta menunjukkan progres layanannya seperti apa, termasuk layanan hotline secara online yang ada dicoba dengan HP.

“Yah oke, aku WA ke hotline ternyata sudah masuk,” kata Nawal.

Termasuk di bidang layanan kesehatan, petugas Posyandu yang ditanya Nawal menyampaikan, ada 26 kasus stunting bayi di desa tersebut. Angka itu menurut Nawal tergolong tinggi. Maka petugas Posyandu diminta intervensi dengan memberikan makanan bergizi gratis.

“Ini sudah turun, dulunya 50 stunting, setelah kita beri asupan telor, susu, dan ikan, akkhirnya berkurang,” jawab Lusiati, petugas Posyiandu.

Nawal berpesan supaya petugas benar-benar standby untuk melayani keluhan masyarakat, termasuk aktif memberikan konseling bersama ahlinya. Sehingga kehadiran Posyandu benar-benar bermanfaat buat masyarakat. (Humas Jateng)*ul

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0