Ratusan Alsintan Disalurkan untuk Kelompok Tani Rembang
REMBANG – Pemerintah Kabupaten Rembang terus memperkuat dukungan terhadap sektor pertanian, melalui penyaluran bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) bagi kelompok tani. Bantuan tersebut bersumber dari APBD Kabupaten Rembang serta dukungan anggaran pemerintah pusat melalui APBN.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan) Kabupaten Rembang, Agus Iwan Haswanto mengatakan, bantuan alsintan menjadi salah satu bentuk dukungan pemerintah untuk membantu petani menghadapi kebutuhan sarana produksi, sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian.
“Kami sangat berterima kasih dan memberikan apresiasi karena setiap tahun Rembang selalu mendapatkan bantuan alsintan untuk para petani kita,” kata Agus, pada penyerahan bantuan tersebut, Kamis (24/9/2026).
Disampaikan, bantuan yang diterima kelompok tani harus dikelola secara bersama dan dimanfaatkan secara optimal. Kelompok penerima juga diminta menjaga serta merawat alat, agar usia pakainya panjang dan manfaatnya dapat dirasakan lebih banyak anggota kelompok.
“Kami berharap, kelompok yang menerima betul-betul bisa memanfaatkan untuk kelompok, dikelola dengan baik, sehingga jangka pakainya menjadi panjang untuk kemanfaatan bersama,” ujarnya.
Agus menyebut, bantuan alsintan pada 2026 diberikan dalam berbagai jenis. Secara simbolis, bantuan diterima puluhan kelompok atau penerima manfaat, sementara secara keseluruhan terdapat sejumlah bantuan lain yang berasal dari APBD maupun APBN.
Dari sisi APBD Kabupaten Rembang, lanjutnya, dukungan alsintan tahun anggaran 2026 dialokasikan sekitar Rp6,3 miliar. Bantuan tersebut antara lain berupa 80 unit traktor roda dua, 56 unit kultivator, 26-27 unit kendaraan roda tiga, serta 24 unit mesin perajang tembakau atau hand rotary.
“Selain itu, terdapat tambahan bantuan dari pemerintah pusat, di antaranya sekitar 200 unit pompa air, serta sejumlah alat dan mesin pertanian lainnya, termasuk dukungan untuk modernisasi pertanian melalui combine harvester dan traktor roda empat,” jelasnya.
Bantuan tersebut dinilai semakin strategis karena petani Rembang akan segera memasuki musim tanam pertama (MT I), yang diperkirakan berlangsung mulai November. Karena itu, pihaknya mendorong agar alsintan yang telah diterima dapat segera dioptimalkan, untuk mendukung kegiatan budidaya maupun pengolahan hasil pertanian.
“Harapan kita, memang apa pun bentuknya bisa dioptimalkan, dimanfaatkan sebaik mungkin. Nanti kita akan segera masuk MT I di bulan-bulan November, sehingga alat-alat ini segera bisa optimal,” katanya.
Perwakilan Kelompok Tani Sido Luhur, Sujono mengatakan, bantuan tersebut sangat membantu kelompoknya dalam mempersiapkan kegiatan pertanian, terutama menghadapi musim tanam mendatang.
Menurutnya, keberadaan traktor dapat membantu mempercepat pengolahan lahan, sekaligus meringankan beban petani dalam menyiapkan lahan pertanian.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu kelompok kami. Traktor ini tentu sangat bermanfaat bagi anggota kelompok, terutama untuk persiapan musim tanam,” kata Sujono.
Anggota Komisi IV DPR RI, Firman Soebagyo mengatakan, penyerahan bantuan pemerintah harus memberikan dampak nyata bagi petani.
Menurutnya, petani merupakan salah satu bagian penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Ketersediaan pangan menjadi kebutuhan fundamental, sehingga dukungan terhadap sektor pertanian perlu terus diperkuat.
“Saya hari ini tidak hanya sekadar datang untuk menyerahkan, tetapi ini memberikan harapan kepada petani. Petani ini adalah tulang punggung terhadap ketahanan pangan,” kata Firman.
Ia menjelaskan, program dukungan pemerintah terhadap petani diarahkan untuk meringankan biaya operasional, sekaligus meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani.
Firman secara khusus mengingatkan kelompok penerima, agar menjaga dan mengelola alsintan secara bertanggung jawab. Ia meminta alat bantuan pemerintah tersebut tidak dimanfaatkan untuk kepentingan di luar wilayah penerima, terlebih disewakan ke daerah lain.
“Jangan sampai alat bantuan yang kita berikan ini dimanfaatkan untuk daerah lain, apalagi disewakan kepada daerah-daerah yang tidak ada kaitannya dengan Rembang,” tegasnya.
Ia menilai bantuan tersebut diberikan melalui proses administratif dan koordinasi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, serta Komisi IV DPR RI. Karena itu, manfaatnya harus kembali kepada masyarakat dan kelompok tani di Rembang.
Firman juga meminta kelompok penerima, untuk menyiapkan sistem pengelolaan dan perawatan alat. Sebab, setiap alat pertanian membutuhkan pemeliharaan agar tidak cepat rusak dan dapat digunakan dalam jangka panjang.
“Alat-alat ini juga perlu perawatan, perlu maintenance. Maka siapapun pemakainya itu harus ada iuran,” katanya.
Penulis: Kontributor Kab Rembang
Editor: Di, Diskomdigi Jateng
25 September 2026 - Yandip Jateng Prov (3)
25 September 2026 - Yandip Jateng Prov (3)
25 September 2026 - Yandip Prov Jateng (2)
25 September 2026 - Yandip Prov Jateng (2)
24 September 2026 - Yandip Jateng Prov (3)
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0



