Bupati Grengseng Luncurkan ASN Blonjo Warung Tonggo, Transaksi Tembus Rp716 Juta
KABUPATEN MAGELANG – Bupati Magelang, Grengseng Pamuji resmi meluncurkan Gerakan Blonjo Warung Tonggo, Minggu (27/9/2026). Program yang menggandeng Bank Bapas 69 itu mendorong aparatur sipil negara (ASN) berbelanja di warung-warung sekitar tempat tinggalnya, untuk menggerakkan ekonomi mikro berbasis lingkungan.
Bupati Magelang, Grengseng Pamuji mengatakan, gerakan tersebut tidak semata diarahkan untuk mengejar angka transaksi. Lebih dari itu, Blonjo Warung Tonggo diharapkan memberikan dampak langsung terhadap keberlangsungan usaha warung dan peningkatan daya beli masyarakat, terutama kelompok menengah ke bawah.
“Berdampak ikut serta dalam membangun masyarakat, membangun peningkatan daya beli. Skala prioritas keberpihakannya jelas kepada kelas menengah ke bawah,” katanya, saat meluncurkan Gerakan Blonjo Warung Tonggo sekaligus mengundi tabungan Bank Bapas 69, di lapangan Pancuranmas, Secang, Minggu (27/9/2026).
Menurut bupati, program tersebut berangkat dari kepedulian terhadap keberlangsungan ekonomi mikro di lingkungan tempat tinggal ASN. Selama ini, ASN kerap berbelanja jauh dari rumah. Melalui gerakan tersebut, kebiasaan itu diarahkan agar sebagian kebutuhan sehari-hari dibelanjakan di warung tetangga.
“Ini gerakan keteladanan, bagaimana ASN di Kabupaten Magelang bisa meneladani masyarakat, untuk saling berbelanja satu sama lain dalam lingkup yang dekat,” ujarnya.
Program tersebut sebelumnya telah memasuki tahap soft launching pada Juli 2026. Hingga September, tercatat 19.643 transaksi dengan nilai mencapai Rp716.394.334.
Sementara itu, sebanyak 1.406 akun STUPA ASN telah aktif sebagai pembeli. Adapun warung yang terdaftar sebagai merchant aktif Mitra Gerakan Blonjo Warung Tonggo mencapai 744 warung, yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Magelang.
Grengseng mengungkapkan, angka tersebut masih akan terus berkembang. Pemerintah tidak ingin Blonjo Warung Tonggo hanya ramai dalam pemberitaan, tetapi minim dampak terhadap pelaku usaha.
“Kita ukur betul. Tiga bulan kemarin kita ukur kekurangannya seperti apa, pelayanan seperti apa, bagaimana kondisi UMKM-nya. Itu sudah diidentifikasikan,” bebernya.
Pemkab Magelang juga mulai membuka cakupan program, agar tidak hanya melibatkan ASN di lingkungan Setda. Ke depan, gerakan tersebut diharapkan dapat menjangkau ASN di kecamatan, tenaga kesehatan, guru hingga perangkat desa.
“Setahap demi setahap. Kita tidak ingin program ini menjadi program yang hanya tinggi di pemberitaan, tapi minim dampak,” tegas Grengseng.
Sementara, Direktur Utama Bank Bapas 69, Rohmad Widodo menjelaskan, pihaknya menjadi mitra dalam program tersebut melalui penyediaan aplikasi e-wallet STUPA dan InstaQRIS sebagai sarana transaksi. Sistem tersebut diharapkan memudahkan ASN bertransaksi, sekaligus membantu pemantauan perkembangan program.
Rohmad menyampaikan, pihaknya berkomitmen terus mendukung program pemerintah daerah yang berorientasi pada penguatan ekonomi masyarakat. Terlebih, sebagai bank lokal milik Pemerintah Kabupaten Magelang, Bank Bapas 69 tidak hanya menjalankan fungsi bisnis, tetapi juga memiliki peran dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Gerakan Blonjo Warung Tonggo pun menjadi salah satu bentuk sinergi tersebut. Dengan mengarahkan belanja ASN ke warung sekitar, perputaran uang diharapkan tetap berada di lingkungan masyarakat, dan memberikan efek berantai bagi pelaku usaha mikro.
Penulis : Kontributor Kabupaten Magelang
Editor : Ul, Diskomdigi Jateng
28 September 2026 - Yandip Jateng Prov (3)
28 September 2026 - Yandip Jateng Prov (3)
28 September 2026 - Yandip Jateng Prov (3)
28 September 2026 - Yandip Prov Jateng (2)
28 September 2026 - Yandip Jateng Prov (3)
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0



