Pawai Ta’aruf MTQ XXXI, Persatuan dan Semangat Bangkit Menggema dari Semarang

September 13, 2026 - 12:18
September 13, 2026 - 12:19
Pawai Ta’aruf MTQ XXXI, Persatuan dan Semangat Bangkit Menggema dari Semarang

SEMARANG – Pawai Ta’aruf Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI di Kota Semarang, Jawa Tengah, berlangsung meriah. Diikuti kafilah dari 38 provinsi, agenda tersebut menjadi simbol kerukunan, sekaligus mempererat semangat persatuan dan kebangkitan.

Sekitar 1.000 orang mengikuti pawai yang dimulai dari Balai Kota Semarang menuju Kantor Gubernur Jawa Tengah, dengan jarak sekitar 2,5 kilometer. Tidak hanya defile kafilah, pawai juga dimeriahkan mobil hias dan atraksi marching band.

Setibanya di depan kompleks Gubernuran Jawa Tengah, rombongan kafilah mempertontonkan berbagai kebolehannya di hadapan Menteri Agama RI Nasaruddin Umar dan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen. Salah satunya kafilah Provinsi Banten yang menampilkan atraksi debus.

Taj Yasin mengungkapkan, pawai tersebut menjadi penanda dimulainya rangkaian MTQ XXXI, yang akan berlangsung di 12 venue di Kota Semarang. Menurutnya, kegiatan itu juga menjadi bukti keberkahan Al-Qur’an, yang mampu menyatukan berbagai suku dan ras.

“Keberagaman kebudayaan dan adat ini bisa bersatu padu membangun Indonesia. Lewat MTQ Nasional, kita membumikan Al-Qur’an. Ini adalah buah keberkahan untuk kita bersama. Tidak melihat suku, ras, agama, semuanya berkumpul dan kita bersatu,” ujarnya, Sabtu (12/9/2026).

Menurutnya, semangat persatuan juga menjadi landasan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui slogan “Gumregut Nyawiji”. Semangat tersebut menjadi modal bersama, untuk membangun dan menyejahterakan masyarakat.

“Kita tidak melihat siapa. Tidak ada yang ditinggal, kita bersama untuk maju,” imbuhnya.

Semangat persatuan dan kebangkitan itu salah satunya ditunjukkan kafilah dari Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Meski wilayahnya sempat diguncang bencana gempa, para penghayat Al-Qur’an asal gugus kepulauan Flobamorata (Flores, Sumba, Timor, Alor, dan Lembata), tetap bersemangat mengikuti MTQ XXXI.

Pengurus LPTQ NTT Hamdan Saleh Batjo mengatakan, semangat memasyarakatkan Al-Qur’an menjadi salah satu kekuatan bagi 80 anggota kafilah NTT, untuk mengikuti ajang tersebut.

“Sekalipun NTT mengalami bencana, tetapi semangat ukhuwah Islam dan memasyarakatkan Al-Qur’an di seluruh Indonesia dan Nusantara ini, menjadi satu hal yang membangkitkan semangat NTT dalam mengikuti kegiatan MTQ kali ini,” ucapnya.

Pada kesempatan itu, Hamdan juga mengapresiasi sambutan dan pelayanan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah selama kafilah NTT mengikuti MTQ XXXI.

“Pelayanannya luar biasa. Semalam kami diterima Pak Gubernur, Pak Wakil Gubernur, kali ini ada Pak Menteri. Kami senang dengan penerimaan Jawa Tengah sebagai tuan rumah,” paparnya.

Sementara itu, warga Semarang, Bella, mengaku senang menyaksikan pawai tersebut. Selain memeriahkan akhir pekan, menurutnya, kegiatan itu menjadi momentum untuk mengenalkan Al-Qur’an dan budaya Islam kepada putrinya.

“Sekalian mengenalkan budaya Al-Qur’an. Kan ada selawat, tadi ada Al-Qur’an besar, anak saya tanya apa itu, lalu saya jelaskan,” ungkapnya.

Warga lainnya, Dede Riyanto, juga mengaku bangga Kota Semarang menjadi tuan rumah MTQ XXXI.

“Saya bangga sebagai warga Kota Semarang karena tahun ini Jawa Tengah menjadi tuan rumah. Ini kebanggaan kami untuk menerima tamu-tamu kafilah,” pungkas Dede. (Pd/Ul, Diskomdigi Jateng)

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0