Gubernur Kaltara Kenang Keramahan Warga Jateng, MTQ Nasional Jadi Momen Pulang ke “Rumah Kedua”
SEMARANG – Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 yang digelar di Kota Semarang, Jawa Tengah, menjadi momen istimewa bagi Gubernur Kalimantan Utara, Zainal Arifin Paliwang.
Kedatangannya ke Jawa Tengah bukan sekadar untuk menghadiri helatan yang dijadwalkan berlangsung 12-20 September 2026, tetapi juga menjadi kesempatan untuk kembali ke daerah yang pernah menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya.
Zainal tiba di Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang, Jumat (11/9/2026) sore. Dia disambut Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Digital Jawa Tengah, Lilik Henry Ristanto, bersama jajaran panitia MTQ Nasional XXXI.
Bagi Purnawirawan Polri tersebut, Jateng bukan tempat yang asing, karena dia pernah bertugas selama hampir tujuh tahun di Jateng. Pengalaman panjang itu membuatnya mengenal berbagai sudut provinsi ini, dan memiliki kedekatan emosional dengan daerah yang kini menjadi tuan rumah MTQ Nasional.
“Saya tujuh tahun bertugas di Jawa Tengah. Jadi sudah hafal benar, dari semua sudut-sudut Jawa Tengah alhamdulillah hafal. Dan saya juga sama dengan rumah saya yang kedua di sini Jawa Tengah,” katanya, setiba di Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang.
Selama bertugas di Jawa Tengah, Zainal pernah mengisi sejumlah jabatan di lingkungan kepolisian. Dia pernah menjadi Kasat Polairud Polda Jateng pada 2002-2003, Dirpolair Polda Jateng pada 2003, Kapolres Blora pada 2003-2005, Kapolres Wonosobo pada 2005, Kapolres Kendal pada 2005-2006, hingga Wadir Reskrim Polda Jateng pada 2006-2007.
Kembali menginjakkan kaki di Jateng setelah bertahun-tahun, Zainal juga kembali merasakan keramahan masyarakat yang pernah dikenalnya selama bertugas. Dia mengapresiasi sambutan dan fasilitas yang disiapkan Pemprov Jateng sebagai tuan rumah MTQ Nasional XXXI.
“Luar biasalah penyambutan dari Pemprov Jawa Tengah ini terhadap tamu-tamu yang hadir di acara MTQ. Terima kasih atas penyambutan yang begitu baik dan begitu ramah,” bebernya.
Keramahan tersebut membuat kedatangannya ke Jawa Tengah terasa istimewa. Dia pun berharap penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI dapat berlangsung dengan baik, dan menjadi momentum untuk terus meningkatkan kualitas pelaksanaan MTQ dari waktu ke waktu.
“Kita harapkan setiap acara-acara MTQ selalu ada peningkatan pelaksanaannya. Setiap acara pasti ada evaluasi ya kan. Mudah-mudahan Jawa Tengah dapat melaksanakan dengan baik di MTQ ke-31 ini,” ungkap Zainal.
Di sisi lain, pihaknya menyampaikan, kehadirannya penuh dengan semangat untuk mendampingi sekaligus memberikan dukungan kepada para kafilah Kalimantan Utara yang telah lebih dahulu berangkat.
“Alhamdulillah tadi pagi jam 11.00, sebelum berangkat ke Jawa Tengah, saya melepas 56 rombongan, di antaranya 39 itu anak-anak yang mengikuti MTQ, kafilah Kalimantan Utara,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Diskomdigi Jateng Lilik Henry Ristanto mengatakan, Pemprov Jawa Tengah berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh kafilah dan tamu MTQ Nasional. Sesuai arahan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin, terdapat dua target utama dalam MTQ, yakni sukses penyelenggaraan dan sukses prestasi.
Secara penyelenggaraan, setiap organisasi perangkat daerah (OPD) turut dilibatkan sebagai liaison officer (LO). Satu OPD bertugas mendampingi satu pemerintah daerah atau kafilah, mulai dari kedatangan, selama pelaksanaan kegiatan, hingga pengantaran kepulangan.
“Dari sisi sukses penyelenggaraan, satu OPD menjadi LO pada satu pemerintah daerah atau kafilah Nah, itu tentu saja bagian dari komitmen panitia daerah Pemprov Jateng, untuk memuliakan tamu,” ungkap Lilik.
Komitmen memberikan pelayanan juga terlihat sejak para kafilah tiba di Jawa Tengah. Berdasarkan pantauan di pintu kedatangan Bandara Ahmad Yani Semarang, kafilah dari berbagai daerah telah berdatangan untuk mengikuti MTQ Nasional XXXI.
Pemprov Jateng turut menyambutnya dengan menyediakan welcome drink gratis. Beragam makanan khas disajikan, mulai dari wingko babat, gethuk khas Magelang, brownies, hingga tahu bakso. Beragam minuman tradisional juga tersedia, seperti kunir asem, gula asem, jahe lemon, serta kopi Temanggung.
Berbagai sajian itu menjadi bagian dari pelayanan Pemprov Jawa Tengah untuk menyambut para tamu, sekaligus menghadirkan pengalaman bagi para kafilah MTQ dan tamu undangan yang hadir dari berbagai provinsi di Indonesia. (At/Ul, Diskomdigi Jateng)
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0

