Delapan Kelompok Tani Pekalongan Kembangkan Melon Premium

September 23, 2026 - 22:09
Delapan Kelompok Tani Pekalongan Kembangkan Melon Premium

KOTA PEKALONGAN – Sebanyak delapan kelompok tani di tujuh kelurahan Kota Pekalongan mendapat fasilitasi pengembangan budidaya melon premium, melalui program Adaptation Fund Kemitraan Indonesia. Selain budidaya, kelompok tani juga didorong mengembangkan produk olahan berbahan melon dan memperluas akses pasar.

Delapan kelompok tersebut berada di Kelurahan Degayu, Kandang Panjang, Krapyak, Padukuhan Kraton, Panjang Baru, Panjang Wetan, dan Pasirkraton Kramat.

Salah satu penerima fasilitasi adalah Kelompok Tani Urban Farming Perubahan Iklim (UFPI) Kelurahan Krapyak, Kecamatan Pekalongan Utara. Perwakilan UFPI Krapyak, Farukha, mengatakan kelompoknya berharap dapat membudidayakan varietas melon Kirana yang dikenal memiliki rasa manis dan tekstur renyah.

“Melalui pengembangan greenhouse, budidaya melon premium ini nantinya diharapkan dapat meningkatkan keterampilan kelompok tani, membuka peluang diversifikasi usaha, sekaligus memperkuat potensi ekonomi masyarakat melalui produk pertanian bernilai tambah,” tukasnya, saat ditemui di lahannya, Selasa (22/9/2026).

Project Officer Comdev Program Adaptation Fund Kemitraan Indonesia, Eva S Nisa, mengatakan budidaya melon menggunakan sistem hidroponik Deep Flow Technique (DFT). Sistem tersebut memungkinkan air tetap mengalir ketika listrik mati.

“Untuk sistemnya menggunakan hidroponik Deep Flow Technique (DFT). Sistem ini memiliki keunggulan, ketika listrik mati air masih bisa tetap mengalir, berbeda dengan NFT yang membutuhkan listrik secara terus-menerus,” terang Eva.

Menurut Eva, melon premium dipilih karena memiliki nilai jual lebih tinggi. Hasil budidaya juga dapat dikembangkan menjadi produk olahan dan bahan kegiatan edukasi.

“Kelompok juga kami fasilitasi untuk melakukan diversifikasi produk, misalnya asinan kulit melon, selai melon, maupun buah potong,” jelasnya.

Eva mengatakan delapan kelompok tersebut juga telah memiliki wadah perkumpulan untuk memperkuat koordinasi. Melalui wadah tersebut, kelompok tani diharapkan dapat memenuhi permintaan pasar secara bersama-sama.

“Ketika ada permintaan dari offtaker, harapannya delapan kelompok ini bisa saling terintegrasi. Jadi tidak hanya satu kelompok yang memenuhi permintaan, tetapi bisa bersama-sama,” ujarnya.

Kepala Dinperpa Kota Pekalongan, Lili Sulistyawati, mengatakan pengembangan melon premium sejalan dengan upaya mendorong pertanian perkotaan yang inovatif dan produktif.

“Kami sangat mendukung pengembangan melon premium ini, karena tidak hanya menghasilkan komoditas pertanian, tetapi juga mendorong kelompok tani untuk meningkatkan keterampilan, mengembangkan produk olahan, dan memperluas peluang pemasaran,” ungkap Lili.

Penulis: Dian, Tim Liputan Dinkominfo Kota Pekalongan
Editor: Tn, Dinas Komdigi Jateng

23 September 2026 - Yandip Prov Jateng (1)

23 September 2026 - Yandip Jateng Prov (3)

23 September 2026 - Yandip Prov Jateng (1)

23 September 2026 - Yandip Prov Jateng (1)

23 September 2026 - Yandip Prov Jateng (1)

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0