Pasar Masih Terbuka Lebar, Pemkab Rembang Dukung Pengembangan Budidaya Kerang Hijau
REMBANG – Pemerintah Kabupaten Rembang melalui terus mendorong pengembangan budidaya kerang hijau sebagai salah satu potensi ekonomi masyarakat pesisir.
Hal itu disampaikan Kepala Bidang Budidaya Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Rembang Pramujo, saat ditemui di kantornya, Jumat (28/8/2026). Menurutnya, potensi pasar kerang hijau masih terbuka lebar. Tingginya permintaan masyarakat belum sepenuhnya diimbangi dengan jumlah pembudidaya yang ada saat ini.
“Untuk peminat atau konsumsi masyarakat sebenarnya cukup tinggi, tetapi untuk pembudidayanya sendiri masih minim. Sementara potensi pasarnya masih besar,” ujarnya.
Disampaikan, budidaya kerang hijau memiliki prospek yang menjanjikan meskipun memerlukan kesabaran, karena proses produksinya membutuhkan waktu hingga siap panen. Sebagai komoditas yang dibudidayakan di laut, pembudidaya harus menunggu pertumbuhan kerang sebelum dapat dipasarkan.
Untuk mendukung pengembangannya, pihaknya terus melakukan pembinaan kepada masyarakat yang menekuni usaha budidaya kerang hijau. Melalui pembinaan yang terus dilakukan, diharapkan budidaya kerang hijau dapat berkembang lebih luas dan menjadi salah satu komoditas unggulan sektor perikanan budidaya, yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
“Peran kami saat ini lebih pada pembinaan kepada para pembudidaya, agar usaha yang dijalankan dapat berkembang dan berkelanjutan,” jelasnya.
Pembudidaya kerang hijau di Desa Purworejo, Kuslan mengungkapkan, permintaan pasar terhadap kerang hijau cukup tinggi. Dalam kondisi normal, kebutuhan pasar dapat mencapai sekitar tujuh hingga delapan kuintal per hari. Sementara pada momen tertentu seperti tahun baru dan Idulfitri, permintaan meningkat hingga sekitar empat ton.
“Kerang hijau saat ini berada di kisaran Rp7.000 sampai Rp7.500 per kilogram,” katanya.
Dengan harga dan kapasitas produksi tersebut, lanjutnya, usaha budidaya kerang hijau mampu memberikan nilai ekonomi yang cukup menjanjikan bagi masyarakat pesisir. Kuslan menyebut, omzet yang diperoleh pembudidaya dapat mencapai sekitar Rp10 juta per bulan.
Menurutnya, selain memenuhi kebutuhan pasar lokal, hasil budidaya kerang hijau dari Desa Purworejo juga telah dipasarkan ke berbagai daerah di Jawa Tengah, seperti Pati, Jepara, Kudus, hingga Semarang.
Penulis: Mifta Rembang
Editor: Di, Diskomdigi Jateng
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0

