Antisipasi Dampak Kemarau, Pemkab Rembang Siapkan Program Penyaluran Air Bersih

Agustus 30, 2026 - 21:43
Antisipasi Dampak Kemarau, Pemkab Rembang Siapkan Program Penyaluran Air Bersih

REMBANG – Pemerintah Kabupaten Rembang terus berkomitmen melakukan langkah-langkah antisipatif dan penanganan kekeringan, guna memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau berlangsung. Salah satunya, dengan menyiapkan program penyaluran bantuan air bersih ke sejumlah wilayah.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang, M Luthfi Hakim menyampaikan, hingga saat ini telah terdapat pengajuan bantuan air bersih dari tujuh desa dan dua kelurahan.

“Bukan hanya dari desa, beberapa perumahan dan SMPN 3 Kragan juga mengajukan bantuan air bersih untuk menunjang kegiatan wudhu di lingkungan sekolah,” ujarnya, saat ditemui di kantornya, Kamis (27/8/2026).

Menurutnya, permohonan bantuan air bersih dari desa telah berlangsung sejak sekitar satu bulan lalu, diawali dari Desa Logung. Seiring berlanjutnya musim kemarau, jumlah wilayah yang membutuhkan bantuan terus bertambah.

Disampaikan, pihaknya saat ini tengah mempercepat proses administrasi dan regulasi, sebagai dasar pelaksanaan penanganan darurat kekeringan. Setelah seluruh regulasi terpenuhi, penyaluran bantuan air bersih akan segera dilaksanakan.

“Begitu regulasinya selesai, penyaluran bantuan akan segera kami laksanakan, agar kebutuhan masyarakat dapat segera terpenuhi,” jelasnya.

Untuk mendukung penanganan kekeringan, lanjutnya, telah disiapkan anggaran sebesar Rp75 juta yang dialokasikan khusus untuk kegiatan dropping air bersih. Selain itu, BPBD juga membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk perusahaan, BUMN, BUMD, organisasi sosial, dan forum masyarakat, guna memperluas jangkauan bantuan apabila kebutuhan meningkat.

Untuk itu, dia mengimbau masyarakat agar menggunakan air secara bijak selama musim kemarau, serta menyesuaikan pola tanam dengan kondisi ketersediaan air. Langkah tersebut penting untuk menjaga ketahanan air, dan mengurangi risiko dampak kekeringan yang lebih luas.

“Yang pasti mulai menghemat air. Untuk pertanian juga menanam tanaman yang tahan dalam kondisi minim air,” ujarnya.

Selain itu, imbuh Luthfi, masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan dan kebakaran lingkungan, yang kerap meningkat saat musim kemarau. Masyarakat diminta agar tidak membuka lahan, dengan cara membakar maupun membakar sampah secara sembarangan.

“Jika melakukan pembakaran, harus diawasi dengan ketat dan dipastikan tidak menimbulkan api yang merambat ke area lain,” tegas Luthfi.

Penulis: Mifta Rembang
Editor: Di, Diskomdigi Jateng

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0